Pages

Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Hewan Purba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan Purba. Tampilkan semua postingan

29 Mei 2010

Elasmotherium

?Elasmotherium
Rentang fosil: Pliosen - Pleistosen
Elasmotherium  sibiricum
Elasmotherium sibiricum
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Perissodactyla
Famili: Rhinocerotidae
Genus: Elasmotherium
J. Fischer, 1808
Species
  • E. sibiricum
  • E. inexpectatum
  • E. pei
  • E. caucasicum

Elasmotherium adalah genus badak berbulu wol yang bertanduk satu. Meskipun itu, ia adalah badak bertanduk yang paling besar, melebihi besarnya Coelodonta antiquitatis, yaitu badak berbulu wol biasa. Tingginya Elasmotherium 2 meter, panjangnya 6 meter, dan panjang tanduknya 2 meter.

Dari ; Wikipedia Indonesia

Reade more >>

Entelodont

?Entelodonts
Rentang fosil: 45–20 Ma
Eocene Tengah - Miocene Awal
Gambar dari  Entelodon
Gambar dari Entelodon
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Upaordo: Suina
Superfamili: Entelodontoidea
Famili: Entelodontidae
Lydekker, 1883
Genera
Sinonim
  • Elotheridae

Entelodonts, terkadang dipanggil Babi Neraka atau Babi Pemusnah[1] adalah hewan omnivora mirip babi yang endemik di hutan-hutan Amerika Utara, Eropa, dan Asia dari Eocene tengah hingga Miocene awal (37.2—16.3 jtl)[2]

Dari : Wikipedia Indonesia

Reade more >>

Zygolophodon

?Zygolophodon
Rentang fosil: 28.4–2.5 Ma
Rahang  bawah of Zygolophodon
Rahang bawah of Zygolophodon
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mamalia
Ordo: Proboscidea
Famili: Mammutidae
Genus: Zygolophodon
(Vacek 1877)
Spesies
  • Zygolophodon aegyptensis
  • Zygolophodon lufengensis
  • Zygolophodon proavus (sin. Mastodon brevidens, M. merriami)
  • Zygolophodon turicensis
  • Zygolophodon tapiroides (sin. Mastodon borsoni, M. turicensis)

Zygolophodon adalah nama genus mastodon dari Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Eropa yang hidup di masa Miosen dan Pliosen. Mereka mungkin berevolusi dari Tetralophodon.


Dari : Wikipedia Indonesia

Reade more >>

Deinotherium

?Deinotherium
Rentang fosil: Middle Miocene–Early Pleistocene
Ilustrasi Heinrich Harder tentang Dinotherium
Ilustrasi Heinrich Harder tentang Dinotherium
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Proboscidea
Upaordo: Deinotheroidea
Famili: Deinotheriidae
Upafamili: '†Deinotheriinae'
Genus: †Deinotherium
Kaup, 1829
Species

†Deinotherium bozasi (Arambourg, 1934)
†Deinotherium giganteum (Kaup, 1829)
†Deinotherium indicum (Falconer, 1845)

Deinotherium ("Hewan buas Mengerikan"), atau disebut Gading Pencangkul,[1] adalah kerabat raksasa dari gajah modern yang muncul di Pertengahan Miosen dan berlanjut hingga Awal Pleistocene. Saat itu ia hanya berubah sedikit. Dalam kehidupannya Deinotherium sama seperti gajah modern, kecuali belalainya yang lebih pendek, dan ia memiliki gading melengkung yang melekat di rahang bawahnya. Deinotherium adalah mamalia darat terbesar ketiga didunia, hanya Indricotherium dan Mammoth Sungai Songhua (Mamuthus Sungari) yang menandinginya (walaupun Mammuthus imperator bisa hamppir sebesar Mammuthus Sungari). Deinotherium jantan dapat tumbuh setinggi 3,5 hingga 4,2 meter pada pundaknya, walaupun beberapa spesimen besar bisa mencapai 5 meter. Beratnya diperkirakan mencapai 5 sampai 10 ton, dengan jantan besarnya yang dapat mencapai 14 ton[2].

tengkorak Deinotherium dari Oxford University Museum of Natural History
Deinotherium giganteum

Deinotherium dan cryptozoology

Seorang cryptozoolog Bernard Heuvelmans menyebutkan dalam bukunya "On the Track of Unknown Animals" bahwa Deinotherium masih hidup di Afrika Tengah dan sumber pembunuhan kuda nil secara aneh dilaporkan dari Afrika di awal abad ke-20.

Dalam Budaya Populer

Dari : Wikipedia Indonesia
Reade more >>

Mamalia prasejarah

Mamalia prasejarah merupakan kelompok mamalia yang hidup sebelum keberadaan manusia. Sekitar 164 juta tahun lalu, pada masa Jura, Castorocauda lutrasimilis, hewan menyerupai mamalia (mammaliaform) yang memiliki berat berkisar 500 gram (1.1 lb), memiliki kulit mamalia sepenuhnya. Dengan rambut, kaki berselaput, dan ekor bersisik seperti berang-berang modern, juga gigi yang khusus untuk menangkap ikan.

Kemudian, 130 juta tahun lalu pada periode Cretaceous, terdapat mamalia besar, termasuk Repenomamus giganticus dan Repenomamus robustus. Fosil sepanjang hampir hampir satu meter telah ditemukan, dengan sisa-sisa dinosaurus ditemukan dalam kandungan isi perutnya.

Garis variasi mamalia berlanjut sepanjang periode Tersier hingga mencapai ukuran besar. Sebagian mammalia bertubuh besar punah di Zaman Es terakhir, namun masih memiliki keturunan yang lebih kecil.

[sunting] Daftar mamalia purba

Mamalia purba termasuk:


Dari : Wikipedia Indonesia
Reade more >>

Gomphotherium

?Gomphotherium
Rentang fosil: Awal Miosen–Awal Pliosen
Gomphotherium  productum
Gomphotherium productum
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Proboscidea
Famili: Gomphotheriidae
Genus: Gomphotherium
Burmeister, 1837
Spesies
  • G. anguirvalis
  • G. angustidens
  • G. annectens
  • G. brewsterensis
  • G. calvertense
  • G. connexus
  • G. nebrascensis
  • G. obscurum
  • G. osborni
  • G. productum
  • G. rugosidens
  • G. simplicidens
  • G. willistoni
  • G. wimani
Tengkorak dari Gomphotherium (sebelumnya dikenal sebagai Tetrabeladon).

Gomphotherium (pengucapan: gom-fo-THEER-i-um) ("Welded Beast") adalah genus proboscidea punah yang berevolusi di Amerika Utara pada awal Miosen dari 13.650—3.6 juta tahun lalu, dan bertahan hidup selama 10 juta tahun.

Mereka kemudian menyebar ke benua Asia, Eropa dan Afrika setelah menurunnya ketinggian air laut yang memungkinkan mereka untuk menyeberang.[1] Mereka bertahan di masa Pliosen, dan sisa-sisanya telah ditemukan di Perancis, Jerman, Austria, Kansas, Pakistan dan Kenya.

Kerangka Gomphotherium angustidens.

Gomphotherium, juga dikenal dengan nama Trilophodon, Tetrabelodon, atau Serridentinus, berdiri setinggi 3 m (9.8 kaki), dan memiliki banyak kemiripan dengan gajah modern. Namun, mereka punya empat taring; dua di rahang atas dan dua lagi terdapat di rahang bawahnya yang panjang. Gading bawahnya paralel dan berbentuk seperti sekop dan digunakan dengan cara yang sama. Tidak seperti gajah modern, taring atasnya ditutupi lapisan enamel. Jika dibandingkan dengan gajah, tengkoraknya lebih memanjang dan rendah. Hewan ini kemungkinan hidup di rawa atau tepi danau, menggunakan gading mereka untuk menggali atau mencabut tumbuhan air. Jika dibandingkan dengan proboscidea sebelumnya, Gomphotherium memiliki gigi geraham yang jumlahnya jauh lebih sedikit; salah satunya memiliki tepian yang tinggi untuk memperluas bidang gilas makanan.

Kerangka sempurna dari Gomphotherium telah ditemukan di Mühldorf, Jerman, tahun 1971.

Taksonomi

Gomphotherium diberinama oleh Burmeister (1837). Mereka dimasukkan ke dalam Gomphotheriidae oleh Burmeister (1837), Qiu et al. (1981), Carroll (1988), Lambert and Shoshani (1998), Sach dan Heizmann (2001), Sanders dan Miller (2002) dan Lambert (2007). Serridentinus diberinama oleh Osborn (1923) dan dianggap bersinonim dengan Gomphotherium oleh Tobien (1972),[2] Madden dan Storer (1985),[3] Shoshani dan Tassy (1996)[4], Lambert (1996), Lambert dan Shoshani (1998)[5] dan Christiansen (2007).

Dari : Wikipedia Indonesia

Reade more >>

Platybelodon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
?Platybelodon
Rentang fosil: Miosen, 15–4 Ma
Kerangka yang dipajang di Hubei province
Kerangka yang dipajang di Hubei province
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Proboscidea
Famili: Gomphotheriidae
Bangsa: Amebelodontini
Genus: Platybelodon
Borissiak, 1928
Spesies
  • P. danovi Borissiak, 1928 (type)
  • P. grangeri Osborn, 1929
  • P. loomisi (Barbour, 1929)
  • P. barnumbrowni (Barbour, 1931)

Platybelodon ("taring senjata datar") adalah genus mamalia herbivora besar yang berkerabat dengan gajah (ordo Proboscidea). Mereka hidup di masa Miosen, sekitar 15-4 juta tahun lalu, dan hidup di Afrika, Eropa, Asia dan Amerika Utara. Walaupun mereka bertahan hidup pada masanya, mereka tidak bertahan hidup setelah masa Miosen.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Palaeobiologi

Platybelodon sempat dipercaya bahwa mereka mencari makan dalam daerah berrawa di padang sabana yang berumput, menggunakan giginya untuk mencabut tumbuh-tumbuhan air dan tumbuhan semi akuatik. Namun, bentuk giginya justru membuktikan bahwa mereka menggunakan gading bawahnya untuk merobek kulit pohon, dan mungkin menggunakan ujung rahang bawahnya yang berbentuk sekop seperti sabit zaman sekarang, menggenggam dahan pohon dengan belalainya dan menggosoknya dengan gigi bawahnya untuk memotongnya dari pohon.[1]

Skull of Platybelodon

Platybelodon sangat mirip Amebelodon, spesies gomphothere lain. Karena bentuk dari kedua gigi bawahnya, yang dimiliki oleh banyak genera gomphothere (seperti Platybelodon, Archaeobelodon, dan Amebelodon), mereka biasa disebut sebagai "taring sekop."

Platybelodon skull.

Dari : Wikipedia Indonesia
Reade more >>

Basilosaurus

?Basilosaurus
Rentang fosil: Akhir Eosen40.4–33.9 Ma
Tengkorak Basilosaurus cetoides
Tengkorak Basilosaurus cetoides
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Cetacea
Upaordo: Archaeoceti
Famili: Basilosauridae
Upafamili: Basilosaurinae
Cope, 1868
Genus: Basilosaurus
Harlan, 1834
Tipe spesies
Basilosaurus cetoides
Spesies
  • B. cetoides
  • B. drazindai
  • B. isis
  • B. wanklyni
  • B. vredensis
  • B. caucasicus
  • B. paulsoni
  • B. puschi
  • B. harwoodi

Basilosaurus ("Kadal Raja") adalah genus cetacean yang hidup dari 40 hingga 34 juta tahun silam di akhir Eosen.[1] Sisa sisa fosilnya telah ditemukan di Amerika Serikat (Louisiana), dan waktu itu sempat dipercaya sebagai semacam reptil laut raksasa. Walaupun penelitian lebih lanjut telah membantahkan hal ini.[2] Fosil dari sekurangnya dua spesies lain dari takson ini telah ditemukan di Mesir dan Pakistan. Basilosaurus dapat tumbuh hingga sepanjang 18 meter (60 kaki), dan dipercaya sebagai hewan terbesar di masa saat mereka hidup.[3] Sirip belakang mereka yang kecil telah menarik perhatian bagi para paleontologis.

Reconstruction of Basilosaurus.

Daftar isi

[sembunyikan]

Dalam Budaya Populer

Fossil kerangka "Hydrarchos" sepanjang114-kaki (35 m) milik Albert Koch dari tahun 1845. Walaupun kerangka itu hanya gabungan dari lima fosil Zeuglodon.

Basilosaurus muncul di episode kedua dari Walking with Beasts buatan BBC. Di film Sea Monsters, Basilosaurus menjadi bahaya teratas di episode “Fourth Most Dangerous Sea of All Time” (Lautan paling berbahaya keempat selamanya). Ia ditunjukkan lebih agresif dan berkuasa dibanding di Walking with Beasts.

Herman Melville menyebut nama Basilosaurus di Bab 104 dari Moby-Dick, yang berjudul “The Fossil Whale”.

D&D accessory Frostburn memiliki daftar monster Zeuglodon (Basilosaurus).

Lihat pula



Reade more >>

Andrewsarchus

?Andrewsarchus
Rentang fosil: 45–36 Ma
Eocene
Satu-satunya tengkorak Andrewsarchus, dipamerkan di American Museum  of Natural History di New York City.
Satu-satunya tengkorak Andrewsarchus, dipamerkan di American Museum of Natural History di New York City.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Mesonychia
Famili: Triisodontidae
Genus: †Andrewsarchus
Pao, 1923
Species
  • A. mongoliensis Pao, 1923 (type)
A. mongoliensis

Andrewsarchus mongoliensis (pronounced ANN-drew-SARK-us), (Andrews + Yunani ἀρχός, "penguasa"), adalah seekor basal, bertubuh berat, mirip serigala, mamalia berkuku yang hidup di masa Eocene, antara 45 dan 36 juta tahun silam. Ia berjalan dengan keempat kaki pendeknya dan memiliki tubuh panjang, ekor panjang, dan kaki dengan jari berkuku. Ia memiliki moncong panjang dengan gigi besar, tajam dan geraham datar yang mungkin digunakannya untuk munghancurkan tulang. Karena Andrewsarchus hanya diketahui dari tengkorak dan sedikit tulang belulang, apakah dia itu predator aktif atau seekor pemakan bangkai masih diperdebatkan.

Perbandingan ukuran Andrewsarchus dengan karnivora lain. Ditunjukkan dengan warna oranye.
Rekonstruksi A. mongoliensis

Dari : Wikipedia Indonesia
Reade more >>