Pages

Ads 468x60px

22 Januari 2010

Cara Crimping Dan Membuat LAN Dengan Kabel UTP

1. Teori Dasar Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Kabel UTP ( Unshielded Twisted Pair ) adalah kabel yang khusus untuk transmisi data, UTP terdiri dari 4 pasang (biru, oranye, hijau, dan coklat) kabel yang dipilih menurut aturan tertentu dan digunakan untuk mentransfer/menerima data.

Kabel UTP atau Unshielded Twisted Pair atau Ethernet Cable atau kita biasa menyebutnya dengan kabel LAN adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar peralatan yang berhubungan dengan computer network (komputer, hub, switch, router). Kabel ini bentuknya seperti kabel telefon, hanya lebih besar. Yang dimaksud dengan kabel UTP adalah hanya kabelnya, sedangkan kepala kabelnya adalah 8 position modular connectors (8PMC) yang biasa disebut RJ-45 (RJ=register jack).

Kabel UTP sebetulnya ada beberapa kategori yaitu dari kategori 1 – 7 yang sering digunakan untuk LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5. Berikut ini kegunaan darikabel kategori 1 – 7. Berikut Kategori Kabel UTP yaitu :

· Category 1 : sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) telephone dan ISDN.

· Category 2 : dipakai untuk token ring network dengan bw 4mbps

· Category 3 : dipakai untuk data network dengan frequensi up to 16Mhz dan lebih populer untuk pemakaian 10mbps

· Category 4 : Frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk 16mbps token ring network.

· Category 5 : Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai untuk network dengan kecepatan 100Mbps tetap kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.

· Category 5e: Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte ethernet network.

· Category 6 : Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan cat-5e

· Category 6a : Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps

· Category 7 : di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.

2. Tipe Crimping Kabel UTP

1.Crossed-Over berfungsi menghubungkan perangkat yang sama, misal PC dengan PC atau SWITCH/HUB dengan SWITCH/HUB. Walaupun SWITCH atau HUB keluaran sekarang yang beredar sudah banyak yang menggunakan teknologi auto negotiation, maksudnya itu SWITCH/HUB jika dipasang kabel jenis cross atau straight langsung bisa terkoneksi.


Tipe Cross disejajarkan akan seperti ini :



2. Straight-Through berfungsi menghubungkan perang
kat yang berbeda, misal PC dengan HUB.


Tipe Straight sisejajarkan akan seperti ini :



3.Langkah Kerja Crimping Kabel UTP

  1. Siapkan semua peralatan terutama kabel UTP, konektor RJ-45, Crimping Tool dan LAN Tester.





Kabel UTP





Connector RJ-45



Crimping Tool






Cable Tester

  1. Potonglah ujung kabel UTP sehingga rata, lalu kupas bagian luar kabel / jaket pelindung kabel kira-kira sepanjang 2 cm dengan menggunakan pengupas kabel
    yang biasanya ada pada crimping tool (bagian yang seperti 2 buah silet saling
    berhadapan yang dapat untuk mengupas).

Kupas Bagian luar Kabel






Kabel UTP yang sudah terkupas bagian luarnya


  1. Pisahkan dan kelompokkan empat pasang anak kabel yang ada




Kabel yang sudah dipisahkan dari empat kelompok


  1. Uraikan secara berurutan pasangan-pasangan kabel tersebut.





Manguraikan Kabel

  1. Pisahkan dan kelompokkan empat pasang anak kabel yang ada. Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu susun dengan susunan standar untuk Stright atau Cross. Tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel.






Susunlah kabel sesuai dengan keperluannya Cross atau Stright



  1. Rapikan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.





Meratakan Ujung Kabel

  1. Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapi. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.







Kabel yang sudah diratakan ujung kabelnya


  1. Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah.





Memasukkan kabel UTP ke dalam RJ-45






Masukkan kabel UTP kedalam RJ-45


  1. Setelah yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke
    konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimp tool untuk
    di pres. Ketika konektor dalam kondisi di dalam crimp tool, pastikan kembali kabel
    sudah sepenuhnya menyentuh bagian RJ-45 dengan cara mendorong kabel ke
    dalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk ke dalam konektor RJ-45.







Memasukkan kedalam crimping tool


  1. Kemudian anda bisa menekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45
    masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil.Apabila kurang kuat
    menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel
    tersebut tidak konek. Apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam
    konektor RJ-45, dan apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan
    besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.




Crimping


  1. Lakukan langkah-langkah di atas untuk ujung kabel yang satunya lagi.

  1. Apabila sudah yakin memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuaat selanjutnya
    adalah test dengan menggunakan Cable Tester untuk memeriksa fungsionalitas
    dan kualitas kabel yang barusan dibuat.

Crimping Selesai




4. Kelebihan Dan Kelemahan Penggunaan Kabel UTP

Kalebihan :

  1. Proses instalasi lebih mudah dari tipe yang lain.
  2. Biaya instalasi permeter lebih murah dibandingkan dengan kabel lain.
  3. Diameter kabel luar kecil.
  4. Terminasi menggunakan konektor RJ 45, mudah dan sangat praktis Dipakai secara luas dan teruji
  5. Mendukung banyak tipe LAN.

Kelemahan :

  1. Kabel cenderung mudah terkena electrical noise dan interferensi dari kabel sekitarnya.
  2. Jarak penguatan sinyal lebih pendek dibandingkan dengan kabel coaxial dan fiber-optics.

Akhirnya dengan ketekunan dan ketelitian selesailah crimpingnya. Lalu langkah selanjutnya lakukan pengetesan dengan Cable Tester kalau belum Connect berarti anda belum beruntung atau masih belum teliti, coba sekali lagi. Kalau belum bisa lagi coba sekali lagi. Masih belum bisa lagi, kebangetan banget siiih…!!! Cape dah abang tukang tape uli, udah cape kagak ada yang beli sampe rumah diomelin bini…hehehe100x

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar