Pages

Ads 468x60px

29 Oktober 2011

Die Waffen-SS, Meine Ehre Heilit Treue

Hanya sedikit kesatuan minter yang pernah ada maupun masih ada, dimana riwayat atau ceritanya diangkat berulang-ulang dan tetap menarik seperti Waffen-SS. Buku yang secara komprehensif membahas Waffen-SS telah ada lebih dari 150 judul buku, dalam berbagai bahasa dan sudut pandang.

Ketertarikan para penulis yang terdiri dari para sejarawan, pengajar sejarah di akademi militer dan analis militer itu sangat beragam. Apakah dalam bentuk keka-guman atas ketangguhan mereka, mesin perang yang efektif, reputasi tempur yang gemilang, salah satu peletak dasar pasukan elit modern, metode pelatihan serta doktrin tempur yang diikuti oleh pihak-pihak yang mengalahkannya atau karena kontroversinya seperti daftar kekejaman” dan bagian dari sebuah rejim otoriter yang disebut-sebut sebagai “kerajaan iblis” di abad 20.

Mungkin untuk seterusnya Waffen-SS masih menjadi sebuah topik menarik untuk dikedepankan, dicaci, dipuji, dipelajari. Karena banyak pula nilai lebih yang bisa diangkat seperti keelitan, persaudaraan yang kuat, kesatuan tentara dari berbagai etnis dan bangsa namun memiliki satu semboyan yang dipegang teguh, keberanian, tangguh dan sangat diandalkan.

FREIKORPS - Sejumlah prajurit Freikoprs tengah disiapkan ke medan perang. Dalam PD II, veteran Freikorps banyak bergabung dengan SA bersama sukarelawan lainnya.

Menjelang akhir perangpun, mayoritas Waffen-SS terutama bentukan awal (classic division) telahhilangkeyakinannya terhadap Hitler maupun Nazi. Namun mereka tetap gigih bertempur. Sebaliknya kesatuan Wehrmacht di sekitar mereka dengan mudahnya menyerah atau melarikan Pada saat akhir itu, merekabertempurbukan karena loyalitas kepada tuan politik, tetapi lebih kepada saudara seperjuangan dalam satu kesatuan dan kebanggaan bergabung dalam satu kesatuan elit. Walaupun lawan selalu berjumlah lebih besar dan lebih kuat dari mereka.

Pandangan yang salah bila menyamakan Waffen-SS dengan Allgemeine-SS (SS biasa, SS politik atau si baju hitam) seperti umum digambarkan film Hollywood maupun literatur yang menggambarkan cerita dari satu sisi. Perbedaan mendasar antara Waffen-SS dengan SS adalah pada fungsi dan penugasannya.

SS berisikan orang-orang pintar lulusan universitas dan bergerak pada birokrasi pemerintahan, politik dan kepartaian selain tugas kepolisian dan pengamanan dalam negeri, counter spionage, ekonomi, sosial, teknologi dan lainnya Sedangkan WaffenSS adalah pasukan tempur biasa yang bertugas di garis depan. Waffen-SS secara de jure memang berada di bawah SS, namun secara de facto berada di bawah Oberkommando der Wehrmacht (Pimpinan Tertinggi Angkatan Bersenjata). Garis komando dan penugasan lapangannya berada pada Oberbefehlshaber des Heeres (Kepala Staf AD). Kompleksnya struktur organisasi Nazi baik di awal berdirinya maupun di kemudian hari saat berkuasa, adalah akibat langsung Treaty of Versailles yang mencekik Jerman.

Terbentuknya SS dan Waffen-SS

Awal mulanya Waffen-SS tidak terlepas dari terbentuknya Stosstruppe Adolf Hitler (SAH) pada Maret 1923 sebagai pelindung pribadi Hitler selama perjalanan dinas untuk keperluan partai. Anggota awal SAH berjumlah 12 orang. Seluruhnya mantan serdadu Stosstruppe (pasukan elit penyerang di PD I) dengan Julius Schreck sebagai penggagas sekaligus pimpinannya. Selain itu SAH dibentuk atas kekhawatiran Hitler terhadap berkembang pesatnya Sturmabteilung (SA) di bawah komando Ernst Rohm. Mereka berisikan selain mantan serdadu reguler PD I dan Freikorps, juga preman, pemabuk dan bandit jalanan.

Anak-anak muda Jerman yang tergabung dalam Stosstrupp Adolf Hitler ketika difoto di Munich tahun 1925. Komandannya Joseph Herchtold terlihat di kanan di bagian atas.

November 1923, karena kudeta dengan unjuk kekuatan yang gagal, SAH dibubarkan. Rohm melarikan diri ke Argentina dan SA dipimpin sementara oleh Heinrich Himmler.

Setelah Hitler keluar daripenjara, sebagai pengganti SAH dibentuklah Schutzstaffel (SS) dibawah administrasi SA pada 1925 dengan Julius Schreck sebagai Standartenfuhrer (setara kolonel) yang pertama. Nama SS (kesatuan pelindung) sendiri adalah pemberian Hermann Goring dari nama sebuah format skadron udara untuk pelindung intai udara dalam PD I.

SS sendiri adalah pengulangan sejarah dari Praetorian Guard yang dibentuk Kaisar Octavianus Augustus pada 35 SM sebelum is menjadi kaisar pertama Romawi. Praetorian dibentuk Octavianus untuk melindungi dirinya dari serangan saingan utamanya Marcus Antonius serta Senat dan para Noble pendukungnya. Bentuk kesamaan yang sangat jelas setelah Octavianus menjadi Kaisar tahun 27 SM, Praetorian berkembang menjadi kekuatan politik dan birokrasi. Organisasi ini menguasai Kekaisaran dan ikut menentukan jalannya pemerintahan serta menentukan siapa yang berhak menjadi Kaisar Romawi. Ini berlaku selama kurang lebih 300 tahun. Perbedaannya, SS hanya menguasai politik dan birokrasi Jerman selama 12 tahun. Bentuk pengabdian kepada pemimpin dan negara, hormat ala Romawi, parade kemenangan atau lautan obor di keheningan malam adalah banyak faktor yang ditiru Nazi dan SS dari Kekaisaran Romawi dan Praetorian. Terlebih Himmler adalah pengagum berat Kekaisaran Romawi dan Jerman. Seperti risalah Napoleon Bonaparte: l’Histoire la repetee (sejarah akan berulang atau sengaja diulang).

Tidak dapat dipungkiri, dengan naiknya Himmler “si peternak ayam” sebagai Reichsfuhrer-SS pada 16 Januari 1929, SS justru berkembang makin pesat. SS diisi orang-orang pintar sebagai motor penggerak partai dan bergerak di segala bidang pemerintahan dan politik. Hal ini berkembang sejalan mulai masuknya modal asing (Inggris dan AS) ke tubuh partai. Pemodal mensponsori pergerakan Nazi dan menyuntikkan dana untuk industri militer Jerman, termasuk riset dan pengembangan. Jerman terkenal dengan Inovasi teknologinya. Produk-produknya terkenal dengan kualitas terbaik.

ANGKUTAN KUDA - Sesungguhnya di awal perang, Jerman masih sangat tertinggal untuk urusan muda angkut logistik. Angkutan masih menggunakan kereta kuda. Hal ini menjadi penyebab kekalahan Jerman di beberapa tempat.

Dengan naiknya Hitler sebagai Kanselir Jerman 30 Januari 1933, tugas dan wewenang atas keamanan negara kemudian jatuh kepada SS, khususnya Himmler Pada 9 ini 1934, Himmler membentuk satuan engamanan khusus dan rahasia yaitu icherheitsdienst (SD). Unit ini dikomandani Obergruppenfiihrer (setara etnan jenderal) Reinhard Heydrich eturunan Yahudi dan dikenal sebagai pencipta final solution.

Selanjutnya Juni 1936, sembilan hari seteleh Himmler ditunjuk sebagai kepala epolisian negara, mengeluarkan ketetapan dengan membagi dua tugas dan fungsi kepolisian yang telah berada di bawah SS. Ordnungspolizei (polisi reguler dan berseragam) dan Sicherheitspolizei (polisi pengamanan, rahasia dan tidak berseragam).

Di bawah Sicherheitspolizei terbentuk satuan polisi dengan spesialisasi masingmasing. Yaitu Kripo (polisi untuk kejahatan atas negara) dan Gestapo (polisi untuk tugas rahasia negara). Penataan ini makin membedakan antara unit-unit di dalam SS dengan Waffen-SS dikemudian hari.

Tugas-tugas khusus seperti membersihkan “problem dan pengaruh Yahudi, Slav, kaum Bolsevik dan komunis” pun jatuh kepada SS dari kepolisian. Yaitu Kripo, Gestapo dan SD yang di lapangan terbentuk satuan khusus Einsatzgruppen untuk misi teror dan membantu final solution. Organisasi, kesatuan dan anggota yang bergabung di dalam kepolisian khususnya Sicherheitspolizei, SD dan Einsatzgruppen inilah yang melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pengakuan atas Waffen-SS

Di saat Nazi mulai mengikuti perebutan kursi pemerintahan secara legal melalui pemilu 1928, Hitler kembali menginginkan adanya unit elit yang bersih. Anggota unit harus diseleksi secara ketat, tidak memiliki catatan kriminal dan asli keturunan Jerman yang bisa dibuktikan sampai abad ke 18. Tindakan Hitler sebagai bentuk kekhawatirannya melihat pertumbuhan SA yang semakin liar dengan jumlah milisinya mencapai tiga juta.

Heinrich Himmler (kiri) dan Ernst Rohm, dua pimpinan SA dalam buah perayaan Agustas 1933 .

Selain itu Rohm dan pendukungnya melakukan manuver dan mempunyai keinginan. Yakni melakukan gerakan tandingan di kepartaian dan membuat partai baru, menginginkan SA dipersenjatai dan sebagai tentara rakyat saat Nazi muncul di tampuk pemerintahan Jerman serta sebagai menteri pertahanan saat Nazi berkuasa.

Hitler kemudian menemui Gruppenfiihrer Josef Dietrich. Mantan sersan awak tank PD I Schwere Kampfwagen A7V, penerima Iron Cross kelas 1 dan kawan lama Hitler sewaktu baru bergabung ke NSDAP diperintahkannya mengambil langkah penting. Meliputi SS-Stabswache Berlin dan SS-Sonderkommando Juteborg di musim semi 1933. Keduanya pada April 1933 memperoleh pendidikan calon perwira di Institut Lichterfelde-Berlin selama dua bulan. Keduanya lantas digabung dan dinamakan Adolf HitlerStandarte (setara resimen) pada 3 September 1933. Namanya diubah kembali Leibstandarte Adolf Hitler pada November 1933. Leibstandarte SS Adolf Hitler (SS-LAH) di April 1934, beranggotakan 1.000 orang dalam tujuh kompi (setara satu resimen).

Awalnya pasukan ini adalah unit kawal pribadi, terutama saat perjalanan dinas, unit jaga Reichstag, unit jaga di Berchtes-garden Bavaria, unjuk kemahiran senjata, seremonial dan pasukan parade. Di tahun tersebut, Dietrich berhasil menjadikan SSLAH sebagai military formation dan meredam usaha Himmler untuk menjadikan SS-LAH sebagai political formation. Kembali pada 1934, Hitler menginginkan dibentuknya sebuah pasukan cadangan khusus (special purpose trupp) yang selanjutnya dinamakan SS-Verfugungstruppe (SS-VT).

Melalui Himmler pada November 1934, Paul Hausser ditunjuk sebagai inspektur SS-Junkerschule di Bad Tolz dan Braunschweig menjadi pusat pelatihan perwira dan boot-camp Waffen-SS. Ia seorang pensiunan Reichswehr tahun 1932 berpangkat Generalleutnant dan veteran kolonel PD I yang pernah bertugas di Stosstruppe dan General Staff. Selanjutnya dikarenakan permintaan yang terus meningkat akibat berkecamuknya perang, didirikan lagi dua tempat pelatihan perwira di Klagenfurt dan Praha.

Sedangkan untuk pusat pelatihan NCO (bintara) yaitu SS-Unterfiihrerschulen, terdapat di Lauenberg dan Radolfzell. Selama berkecamuknya perang, pusat pelatihan NCO di didirikan juga di tiga daerah lainnya di Laibach, Lublinitz dan PosenTreskau.

Hausser kemudian membentuk dan melatih SS-VT dan SS-LAH dibantu Felix Steiner (veteran Stosstruppe). Juga ada Cassius Freiher von Montigny (veteran kapten U-boat PD I) yang kemudian menciptakan pola rekrutmen, doktrin tempur, spesialisasi kesatuan bersenjata, kurikulum dan program pelatihan baik teori maupun praktik untuk Waffen-SS.

Pada 16 Maret 1935, Hitler berpidato di Reichstag dan mengumumkan kepada dunia bahwa Jerman akan memperkenalkan kembali mobilisasi militer yang secara otomatis melanggar Treaty of Versailles. Ia berniat membentuk angkatan bersenjata berkekuatan 36 divisi. Di hari yang sama Hitler mengeluarkan deklarasi bahwa SSVerfugungstruppe akan menjadi format militer dan cikal bakal sebuah divisi SS dikemudian hari.
Pidato Hitler pada 1935 untuk menjadikan SS-VT sebagai format militer meresahkan petinggi militer. Sebab salah satu perjanjian rahasia Hitler dengan Reicshwehr selain menyingkirkan SA dan ROhm, adalah Wehrmacht (pengganti Reichswehr) sebagai kuasa mutlak pemegang senjata (Waffentrager) setelah Hitler dan Nazi nails ke pucuk pemerintahan Jerman.

Hitler sangat tergila-gila dengan kebesaran Romawi. Sampai lambang-lambang dan gaya "pengkultusan" diadopsi dari Romawi. Hitler darn sebuah orasi Partai Nazi di taman kota di Tiefurt

Cara Jerman lainnya menolak Treaty 1936, dengan mengirimkan pasukannya embali ke Rhineland. Sebagai ujung tombak pasukan Jerman adalah SS-LAH rang dipergunakan sebagai tumbal atau ercobaan, karena kemungkinan Prancis akan melawan. Selain dua kesatuan cikal bakal WaffenSS tersebut, berjalan pula sebuah kesatuan yang awalnya bertugas sebagai pasukan penjaga kamp konsentrasi tawananpolitik sebelum pecah perang. Yaitu SS-Totenkopfverbande (SS-TKV) atau Detasemen Tengkorak yang telah terbentuk di penguiung 1933 di Dachau dibawah pimpinan Standartenfiihrer Theodor Eicke. Tahun berikutnya, saat “malam pisau panjang” 30 Juni 1934, SS-TKV bersama SS-LAH memperoleh keistimewaan sebagai algoio dan regu tembak untuk melenyapkan pucuk pimpinan SA yang harus disingkirkan. Atas keberhasilan tugasnya, Eicke dan SS-TKV memperoleh bonus. Eicke dinaikkan pangkatnya menjadi Brigadefuhrer (setara mayor jenderal) dan SS-TKV dikeluarkan dari wewenang dan tanggungjawab SS.

Pada 1 April 1936, keluar ketetapan bahwa Verfugungstruppe (termasuk SSLAH) dan Totenkopfverbande, secara hukum memiliki status sebagai “organisasi yang memberikan pelayanan untuk negara”. Sejak itu ditempatkan dalam anggaran kepolisian di bawah Kementerian Dalam Negeri.
Eicke selanjutnya melakukan manuver agar kesatuannya memperoleh pendidikan tempur selain tugas rutin menjaga kamp konsentrasi. Terbentuklah kemudian beberapa batalion siap tempur yang sudah tidak memiliki tugas jaga lagi di awal 1939. Bemudian beberapa batalion tersebut berkekuatan setara beberapa resimen. Tahun 1938 sebelum pecah perang dunia, SS-TKV bersama SS-VT memperoleh kesempatan dan bertugas sebagai ujung tombak untuk memasuki Sudentenland, anschluss Austria dan Cekoslowakia.

Walaupun telah menjadi format militer. Totenkopf masih dipandang sebelait aarara oleh Werhrmacht. Anggapannya hanyalah sipir dan penjaga kamp konsentrasi yang sudah dipersenjatai namun tidak memiliki keterampilan miner memadai.

RAPI DAN MODIS, begitulah sosok tentara Jerman Nazi era PD II. Perhatikan saja foto yang diambil sebelum perang ini. Dari sisi fashion, mutu jahitannya luar biasa. Begitu juga penempatan tanda kepangkatan. Pantas jadi pedoman tentara modern

Setelah terjun dalam operasi militer di Polandia pada 1 September 1939 yang sebagai awal perang dunia setelah Inggris dan Prancis mendeklarasikan perang terhadap Jerman pada 3 September 1939, Eicke mendapat persetujuan dari Hitler untuk mengubah fungsi dan nama kesatuan ini menjadi SS-Totenkopf Division. Pasukan ini berjumlah 14.000 personel infanteri namun tidak berkendaraan motor. Tugas menjaga kamp konsentrasi selanjutnya diserahkan kepada SS yang kemudian secara permanen membentuk Totenkopfwachtsturmbanne (batalion penjaga tengkorak).

Sampai awal 1938, kesatuan SS bersenjata (yang kemudian dikenal sebagai Waffen-SS) diperkuat 38.000 personel. Mereka dipecah dalam beberapa kesatuan. Terdiri dari Leibstandarte SS Adolf Hitler (setara resimen), SS-Standarte Deutschland (setara resimen), SS-Standarte Germania (setara resimen), SS-Standarte Der Fiihrer (setara resimen), SS-Nachrichtensturmbann (setara batalion sandi), SS-Pioniersturmbann (setara batalion pelopor), SSSturmbann Nurnberg (setara batalion), SSJunkerschulen (pusat pendidikan perwira), SS-Unterfiihrerschulen (pusat pendidikan bintara), SS-Inspektion (inspektorat), SSSanitatsabteilung (setara batalion kesehatan), SS-Totenkopfstandarte Oberbayern (setara resimen), SS-Totenkopfstandarte Brandenburg (setara resimen) dan SSTotenkopf standarte Thuringen (setara resimen).

Kesatuan SS bersenjata ini telah memiliki format militer Seperti SS-Standarte setara Regiment di Wehrmacht, SSSturmbann setara Bataillon di Wehrmacht. Juga pelatihan yang diberikan Hausser sejalan dengan konsep pelatihan militer di Wehrmacht, khususnya Heer.

Wehrmacht vs Waffen-SS

Selama tiga tahun setelah pidato Hitler, gesekan terbuka dan saling curiga antara SS dengan Wehrmacht makin meruncing terutama antara Himmler dan para petinggi militer. Wehrmacht merasa tidak perlu mempersenjatai dan memberikan pendidikan militer kepada organisasi politik terutama satgas partainya. Selain itu Werhmacht cukup bangga dengan statusnya sebagai pemegang kuasa tunggal atas senjata dan tugasnya untuk mempertahankan negara.

Untuk meredam masalah yang meruncing dan timbulnya saling curiga antara Wehrmacht dengan SS, pada 17 Agustus 1938 Hitler mengeluarkan ketetapan sebagai berikut:

  1. Fungsi dan tugas SS adalah urusan politik dan tidak diperlukan keterampilan serta pelatihan militer
  2. SS-LAH, SS-VT dan SS-TKV yang menjadi military formation dikecualikan dari ketetapan ini, kesatuan SS bersenjata bukan bagian Wehrmacht dan juga bukan bagian SS dan kepolisian, tetapi didefinisikan sebagai kesatuan berdiri sendiri untuk keperluan der Fiihrer.
  3. Secara formal kesatuan SS bersenjata diperbolehkan merekrut langsung untuk mobilisasi militer dan personel yang bergabung ke dalam kesatuan ini, secara resmi dianggap menunaikan tugas negara.
  4. Sepanjang mobilisasi dan kegunaannya di masa perang, kesatuan SS bersenjata berada di bawah AD dan mendapat perintah langsung dari Oberbefehlshaber des Heeres (Kepala Staf AD).
  5. Kesatuan SS bersenjata tunduk pada hukum dan peraturan militer.
  6. Anggaran dan administrasinya tetap berada pada kepolisian dan SS (slip gaji dari SS), wewenang persenjataan dan perlengkapan ada pada Wehrmacht.

Mulai 26 Agustus 1938, anggota SSLAH, SS-VT dan SS-TKV menerima sistem balas jasa sesuai peraturan yang diterima anggota Wehrmacht. Satu bulan setelah ketetapan yang dikeluarkan Hitler, pada 17 September 1938 Oberkommando der Wehrmacht mengeluarkan ketetapan susulan. Berikut isinya:

  1. Anggota kesatuan SS bersenjata dianggap bagian dari Heer selama periode kesatuan SS bersenjata di mobilisasi untuk tujuan militer dan berada di bawah perintah dan pengawasan Heer.
  2. Anggota kesatuan SS bersenjata memiliki hak dan kewajiban setara yang dimiliki serdadu dan perwira Wehrmacht.
  3. Seluruh kesatuan dari Wehrmacht berkewajiban secara militer bermanuver bersama kesatuan SS bersenjata. Begitu pula kegiatan olahraga atau lainnya di luar tugas yang berguna untuk menjalin proses asimilasi dari kesatuan SS bersenjata ke dalam format militer

GAYA AS - Prajurit Waffen-SS berpose sambil menghisap rokok milik tentara AS, pistol Browning GP 35 9mm dan ranpur M8 Greyhound AS dibelakang mereka yang hancur.

Ketetapan selanjutnya dikeluarkan Hitler 18 Mei 1939. Ini merupakan langkah akhir yang diperlukan dalam membentuk format militer secara penuh untuk SS-VT menjadi divisi SS yang lengkap dengan unit-unit pendukung. Seperti artileri, unit intai dan pelopor, antitank dan unit antiserangan udara. Sedangkan SS-LAH di upgraded sebagai kesatuan bermotor namun tetap dalam format regiment. Sedangkan tiga resimen dari SS-TKV disiapkan sebagai SS-Totenkopf Division. Kemudian sebagian anggota Ordnungspolizei (polisi berseragam) mulai direkrut untuk membentuk sebuah divisi polisi lapangan (SS-Polizei Division).

Maka secara anggaran dasar dan format militer, semuanya telah terbentuk. Hanya masalah nama yang belum ada dan diakui secara luas untuk kesatuan SS bersenjata.

Akhirnya 7 Oktober 1939, Wehrmacht secara resmi mengakui perubahan nama dan penggabungan SS-LAH, SS-VT dan SSTKV menjadi Waffen-SS. Satu bulan kemudian keluar ketetapan Himmler. Ia mengonfirmasikan bahwa Waffen-SS terdiri dari: Leibstandarte SS Adolf Hitler (masih sebesar regiment, terbentuk division pada 1942), SS-Verfugungs Division, SS-Totenkopf Division, SS-Polizei Division, SS-Junkerschulen, SS-Unterfuhrerschulen dan SS-Totenkopfstandarten (resimen SS-TKV yang belum terserap ke divisi).

Bentuk kesatuan Waffen-SS saat itu tipikal komponen dasar sebuah divisi infanteri dengan kesatuan infanteri di dalamnya, memiliki unit intai, pelopor, zeni, unit sandi, perhubungan dan kesehatan. Walau berkekuatan divisi, mayoritas pengiriman perbekalan, perhubungan dan pergerakan meriam lapangan masih menggunakan kereta ditarik kuda. Inilah cerminan militer Jerman sesungguhnya.

Di permulaan perang 1939, ketika operasi militer ke Polandia (Fall Weiss), SSLAH telah memiliki keterampilan militer dan dipersenjatai cukup. Hanya ukurannya masih sebesarregiment yaitu dalam bentuk Motorized Infantry Regiment. Sedangkan SS-VT yang telah berada dalam bentuk sesungguhnya yaitu division. Namun saat di Polandia mereka tidak bertempur dalam satu kesatuan, melainkan disebar pada beberapa kesatuan Heer. Begitu pula SSTKV yang telah berbentuk divisi masih berjuang untuk pembuktian dan mendapatkan identitas diri Oleh Heer disebar pula pada beberapa kesatuan dan juga diremehkan kemampuannya.

Dipersenjatainya Waffen-SS sempat menjadi polemik keras antara pentinggi Waffen-SS dengan Wehmacht.

Dalam hal senjata, Waffen-SS hanya memperoleh senjata kategori usang seperti peninggalan PD I atau buatan Ceko yang ‘anggap kelas dua. Perlakuan separuh hati Heer lainnya adalah saat operasi militer di Polandia. Heer berusaha menghindar untuk tidak memberikan bantuan. Mulai dari ban:uan tembakan artileri untuk pergerakan, kendaraan bermotor serta amunisi tambahan dan peralatan yang dibutuhkan WaffenSS. Walaupun diremehkan dan tidak dibantu seperlunya oleh Heer, Waffen-SS tetap menunjukkan kemampuan terbaiknya dan membuka mata Wehrmacht.

Hitler atas prestasi gemilang dan keberanian Waffen-SS, menginstruksikan agar seluruh kesatuan Waffen-SS di upgraded menjadi kekuatan penuh Motorized Infantry Division (kecuali SS-LAH yang tetap regiment). Berarti pula Heer terpaksa membantu menyediakan peralatan yang dibutuhkan SS-TKV.

Sebelumnya mayoritas persenjataan dan peralatan yang dimiliki SS-TKV adalah campuran antara peralatan usang dan sitaan musuh. Termasuk usaha pribadi yang dilakukan komandannya Eicke dari mengemis, mencuri dan meminjam. Sewaktu General von Weichs dari Heer melakukan inspeksi ke barak-barak SS-TKV, dari sifat curiga dan meremehkan, berbalik menjadi terkesan dan menghargai apa yang telah dilakukan divisi ini.

Seleksi, pembinaan dan pelatihan “Such moves away from the political were inspired by SS Commanders such as Bavarian ex-Sergeant-Major Josef “Sepp” Dietrich, the commander of the Leibstandarte “Adolf Hitler”, Paul Hausser, the creator of the SS training schools, commander of the 2nd SS Panzer Division “Das Reich” and former Reichswehr field commander, and Felix Steiner, the commander of 5th SS Panzer Division “Wiking”, another veteran of the First World War. The Waffen-SS found itself under the command of the OKH rather than higher SS administration, and the field formations of theWaffen SS spent the entire war under the tactical command of the Army and thus maybe considered a de facto branch of the Wehrmacht”. Kesimpulan George H. Stein pengajar sejarah di State University of New York menerbitkan buku berjudul “Hitler’s Elite Guard at War, 1939 —1945″ merupakan buku pertama di luar Jerman dan komprehensif mengenai Waffen-SS di tahun 1965.

LIVE AMMO - Berlatih dengan peluru sungguhan adalah materi Maffen-SS yang sangat ditentang Whrmacht, walaupun akhirnya mereka mengakui ketika diadakan demo. Seorang calon mencoba senapan mesin MG34 didampingi instruktur berpakaian SS-VT dengan topi lapangan dan seragam abu-abu.

Tanggal 1 Oktober 1936 terbentuk inspektorat yang mengawasi dan menjalankan administrasi serta pelatihan militer dari SS-VT dan SS-LAH di dua sekolah perwira/ boot camp (SS-Junkerschule) yang telah berdiri. Keduanya yaitu di Bad Tolz dan Braunschweig. Inspektur dari organisasi baru ini adalah Paul Hausser, yang kemudian dikenal dan disebut seluruh anggota dari Waffen-SS sebagai “”Papa” Hausser. Ia sangat berjasa membentuk sebuah kesatuan yang awalnya minim pengetahuan militer, minim peralatan dan minim pengalaman. Namun bisa menjadi kesatuan elit yang disegani baik oleh kawan maupun lawan Selain itu, faktor personal Hausser yang memperoleh sebutan “Papa” karena kedekatannya pada bawahan dan lulusan SS-Junkerschulen yang dibentuknya.

Himmler mengumumkan bahwa tujuan pertama dari pembentukan sekolah, adalah membentuk korps perwira Verfugungstruppe. Kemampuannya harus setara dengan korps perwira Wehrmacht.

Di bawah sekolah bintara dan perwiranya Hausser, kemudian berkembang dan menghasilkan sistem pelatihan militer yang paling efisien selama PD II. Permasalahannya bagi Himmler bukan masalah kwalitas, tetapi kwantitas. Karena jumlah perwira yang diijinkan dilatih dibatasi oleh Wehrmacht, walau secara rahasia kuota itu dilanggar.

Mulai 1 Oktober 1937, melalui kedua sekolah perwira ini, setiap tahunnya dapat dihasilkan sekitar 400 perwira terdidik dan terlatih dalam waktu relatif singkat. Jumlah ini hanya mampu memenuhi kebutuhan tenaga perwira untuk Verfugungstruppe sebelum perang. Maka saat menielang perang maupun saat perang, aturan atau kuota diperlonggar dan juga dilanggar. Terlebih dengan makin terbuktinya kemampuan dan ketangguhan Waffen-SS di medan tempur.

Dalam membentuk tim instruktur yang solid dan peletak dasar program seleksi dan pelatihannya, Hausser selain dibantu Josef Dietrich juga dibantu beberapa orang. Ada Felix Steiner dan Cassius Freiher von Montigny.

Untuk bergabung dengan Waffen-SS, calon harus melewati persyaratan yang cukup ketat. Setelah diterima, pelatihan dasar militer menghabiskan waktu tiga bulan yang diterapkan sebagai masa percobaan intensif. Ada tiga sasaran utamanya: ketahanan fisik, andal menggunakan senjata ringan dan memahami ideologi. Pelatihan dasar sangat ketat dan intensif, terutama untuk fisik dan untuk bertegur sapa walaupun atasan saat di luar dinas. Inilah fakta yang sangat berbeda dari Wehrmacht.

Legiun Asing tengah berlatih dengan senapan Kar 98.

Hal lainnya dalam keseharian seperti lemari pribadi baik perwira, bintara dan tamtama, tidak memiliki kunci. Bila ada pencurian dan pelakunya tertangkap, penerapan hukumannya sangat berat.

Untuk program ketahanan fisik, di Heer olah raga dilakukan di waktu senggang atau diluar program pendidikan. Sedangkanbagi Waffen-SS, olahraga adalah keharusan dan masuk program pendidikan. Rutinitas ini _anus dilakukan setiap hari secara bersamaan antara perwira, bintara dan tamtama. Baik saat program pendidikan maupun di barak. Olahraga seperti tinju, atletik, renang, dayung serta olahraga lapangan yang memerlukan kerjasama tim seperti sepak bola dan bola keranjang, adalah santapan harian.

Program olahraga dan keseharian seperti ini selain membentuk fisik yang prima juga pembentukan karakter sesama anggota. Mereka akan merasa sebagai satu keluarga dari kesatuan elit yang memiliki hubungan erat, saling menghargai dan saling percaya. Secara umum ini sulit didapat di Wehrmacht khususnya Heer.

Bila teori kepemimpinannya telah dikuasai, akan dipraktikan. Antara lain Auftragstaktik (mission-type tactics), yaitu komandan memberikan arahan yang jelas dan dimengerti sepenuhnya oleh pimpinan bawahannya (sampai pada tingkatan NCO). Selanjutnya pimpinan bawahan menjalankan perintah secara independen, memiliki inisiatif dan bebas melaksanakan perintah secara lebih flexibel. Dalam Auftragstaktik, pimpinan lebih tinggi terbebas dari taktik dan tingkatan yang lebih rinci untuk pelaksanaan di bawahnya.

Seorangperwira akan melewati latihan dasar bersama prajurit dalam kesatuannya. Teori dan praktik dilakukan dari tingkatan regu sampai batalion (basic fighting unit). Bawahan boleh mengoreksi dan memberikan pendapat yang dipandang perlu saat penerapan perintah berdasar situasi lapangan.

Auftragstaktik yang diterapkan Waff en-SS baik dalam pelatihan teori maupun praktik, mengungguli kemampuan Wehrmacht atau angkatan bersenjata lainnya masa itu. Pelatihan maupun misi penugasan telah menjadi standar di seluruh angkatan bersenjata saat ini.

Doktrin Waffen-SS untuk aggresion akan dikombinasikan dengan konsep Auftragstaktik dan memiliki pertimbangan seperti inibila dibandingkan dengan konsepnya Heer:

  1. Kecenderungan menyerang agresif, cepat, disertai kebulatan tekad. Walau banyak memakan korban saat serangan awal justru akan mengurangi korban selanjutnya, karena target lebih cepat diselesaikan dalam waktu lebih pendek.
  2. Kelambatan dalam menyerang dan kurang agresif, akan memberi banyak waktu bagi lawan mengatur pertahanan atau kemungkinan serangan balik, dan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan target akan lebih lama. Jumlah korban dalam pertarungan dengan waktu yang lebih lama bila diakumulasikan sampai didapatnya target akan lebih banyak dari cara 1), akibat dari faktor moral si penyerang karena pertempurannya menghabiskan tenaga (war of attrition).

Ibaratnya dalam sebakbola, cara 1) dengan total football akan lebih cepat dalam mencetak gol dibanding catennacio yang bermain hati-hati dan lawan dapat melakukan serangan balik dan melelahkan seperti cara 2). Metode aggresion dengan pola menyerang agresif yang dilakukan Waffen-SS menimbulkan banyak kritikan dari Heer dengan alasan kemungkinan banyak korban.

Bila ditengok jumlah korban yang lebih tinggi dan dipersentasekan perbandingan antara korban dengan keseluruhan personel yang bergabung selama perang adalah: Waffen-SS 27 persen untuk personelnya yang tewas, luka dan hilang, sedangkan Heer 30 persen. Total personel Waffen-SS yang bergabung selama perang sekitar 920.000, sedangkan Heer sekitar 11.000.000.

Teori permainan dalam probabilitas Jan matematika juga dikembangkan di kelas-kelas dan dipraktikan di lapangan pada setiap tingkatan Gruppe (regu) dan Zug (peleton) oleh sang komandan beserta seluruh serdadunya.

Dilatih pula teknik menyerang dan bertahan dengan kombinasi yang dilatih. Mulai pada tingkatan regu untuk regu lainnya bermanuver seperti suppresing fire, covering fire, saturation fire yang dilakukan secara bersamaan dan menyentak. Dengan maksud lawan panik.

Prajurit Totenkof dalam persiapan Operasi Spring Awakening untuk menggiring Soviet dari ladang minyak terakhir di Jerman.

Hasil yang didapat dari teori/praktik matematika dan teknik penyerangan adalah banyaknya laporan tertulis dari peleton sekutu maupun Rusia saat pertempuran. Mereka mengaku tertunduk panik atau menjadi tawanan karena menghadapi serangan sistematis dan tembakan gencar dari peleton Waff en-SS.

Selain kelas teori permainan seperti matematika, perwira Waffen-SS dilatih melengkapi dirinya sebagai komandan tempur. Untuk itu mereka memperoleh kelas-kelas teori seperti keahlian mengolah strategi (baca peta, kemampuan kombinasi senjata dan pembinaan prajurit), keahlian membuat rencana pertempuran, sandi, keahlian komunikasi, pelatihan medik dan perhubungan. Kelaskelas teori ini juga mencetak perwira yang memiliki kemampuan kepemimpinan tinggi dan memberikan inspirasi kepada bawahannya untuk loyal.

Secara umum, pelatihan yang diberikan di SS-Junkerschulen sangat sukses. Sekolah berhasil mencetak komandan berkarakter dan comrades in arms antara atasan dan bawahan.

Dalam latihan digunakan live amunition. Hal ini juga menimbulkan kritik keras dari Heer karena menyalahi aturan keselamatan. Sebaliknya inspektur dan para petinggi Waffen-SS berpendapat bahwa ini adalah bagian dari latihan mental. Yaitu membiasakan dirimenghadapi perang sesungguhnya. Live amunition tidak hanya pada senapan biasa dan senapan mesin, juga untuk ternbakan artileri dan mortir. Pada latihan serangan, ledakan artileri dan mortir dilakukan pada rentang 50-70 m dari regu yang bermanuver.

PEMUDA HITLER - Banyak anak muda dibawah 21 tahun bergabung dengan SS. Lihat saja wajahnya yang polos sambil menenteng MG 42. Prajurit ini difoto di Prancis, 1942.

Demonstrasi dilakukan di depan Hitler dan para petinggi Heer pada 1938. Demonstrasi militer yang tidak lazim dengan manuver berani di bawah hujan live amunition, justru membuat Hitler dan para petinggi Heer berdecak kagum dan sadar manfaatnya. Hal serupa mulai diterapkan pada kesatuan elit Heer.

Pelatihan lainnya yang sengaja untuk membentuk mental namun memiliki faktor kecelakaan tinggi, adalah “dilindas panzer”. Prajurit berbaring di lubang galiannya sendiri, lalu sebuah panzer akan melintas secara melintang. Latihan ini adalah untuk bertahan menghadapi panzer lawan dan melakukan serangan balik oleh Grenadier terhadap panzer menggunakan born tempel atau sejenisnya yang akan dipasangkan pada bokong atau tempat kelemahan panzer lainnya. Calon juga diberi sekop untuk menggali tanah seukuran tubuhnya dalam hitungan waktu, kemudian berbaring sembunyi dalam lubang tersebut dan dilalui panzer. Bila lubang galian cukup seukuran tubuhnya, panzer berlalu tidak akan menjadi masalah, namun bagaimana sebaliknya.

ARDENNES - Pasukan Waffen-SS berlari melintasi jalan di Ardennes (1944) dan disamping mereka terlihat beberapa kendaraaan tentara AS terjerembab. Perhatikan prajurit paling belakang, menggunakan M1 Carbine rampasan.

Selain latihan untuk mengasah kemampuan memimpin, olahraga, pembinaan karakter dan latihan tempur lainnya, Waffen-SS juga menerapkan latihan dasar baris berbaris. Berupa latihan kesabaran dan mengatur ritme pergerakan, umum disebut Parademarsch atau goose-step. Berbaris serasi dengan angkatan kaki yang tinggi namun perlahan, anggun namun berat atau berbaris dengan hentakan cepat berirama, yang keduanya membutuhkan fisik prima.

Seperti mottonya yang dijunjung tinggi, Meine Ehre Heif3t Treue (Loyalty is My Honour), Waffen-SS memang sebuah legenda. Legenda tidak hanya karena keberaniannya, tapi juga banyak menginspirasi militer sedunia untuk mengadopsi doktrin dan tata organisasi tempurnya. (Dellyanto Soewandi)


Sumber : http://sejarahperang.com/2011/07/12/die-waffen-ss-meine-ehre-heilit-treue/

Reade more >>

Kapsul Luar Angkasa Bersejarah Uni Soviet Dilelang

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1270932.jpg


Sebelum pertama kali manusia dikirim ke luar angkasa pada 1961, Uni Soviet meluncurkan uji penerbangan terakhirnya menggunakan kapsul kecil bersejarah ini.

Kapsul inilah yang kelak membawa kosmonot Yuri Gagarin pada misi bersejarahnya. Kapsul uji itu, Vostok 3KA-2, akan dijual di Sotheby, New York pada 12 April bertepatan dengan peringatan 50 tahun penerbangan Gagarin.


http://home.planet.nl/~eling037/yuri.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2icD58kwOoq6sOwiEITJJAmN7vEVbw6LKDLiq_jvPZprczHPSS2BWVzpYMpZAm-BsPpzLV2nkM4bL2wz_c9g5Zk1Vl9zP__3uHfj8zDrgJzXkQTapnpTuee_COXL-W7UCGsfCwzvsKSQ/s400/YuriGagarin.jpghttp://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01442/1961-1st-manVostok_1442391c.jpg



Sotheby memamerkan kapsul tersebut di markasnya di New York sebelum menjualnya. Kapsul bersejarah ini diperkirakan berharga US$2-US$10 juta (Rp 17,7 miliar - Rp88,6 miliar). Pemilik kapsul yang namanya tak mau disebut membeli kapsul bersejarah ini dari Rusia, beberapa tahun lalu.

“Kapsul ini sangat penting dalam sejarah ruang angkasa karena memberi lampu hijau untuk pencapaian spektakuler Gagarin,” kata Kepala Departemen Proyek Khusus Sotheby David Redden. Program Vostok diprakarsai oleh arsitek program luar angkasa Soviet, Sergei Korolev.

Progrm ini pertama mencetak sejarah dengan meluncurkan dua anjing, Belka dan Strelka, ke luar angkasa yang akhirnya menjadi binatang pertama yang bertahan hidup selama perjalanan itu pada 1960.

Kabin kapsul berbentuk bola itu kemudian disesuaikan untuk membawa manusia. Hanya beberapa minggu sebelum misi Gagarin, uji akhir penerbangan kapsul membawa manekin seukuran kosmonot dan seekor anjing bernama Zvezdochka pun sukses dilakukan. [mor]


http://www.csp.co.jp/english/image/rsa2.jpg

http://cache.daylife.com/imageserve/02SyfyffhU0px/439x.jpg

sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1270932/kapsul-luar-angkasa-bersejarah-uni-soviet-dilelang
Reade more >>

9 senjata yang digunakan indonesia saat meraih kemerdekaan !!

Beberapa senapan yang ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia..
Senapan-senapan ini digunakan di akhir zaman penjajahan (1920an ke atas)..


[1]Sten Gun (Mk I - Mk VI)


Sub machine gun buatan Inggris ini mulai diproduksi taun 1941. Didesain oleh Major Reginald V. Shepherd dan Harold J. Turpin. SMG ini didesain untuk bisa mudah diproduksi massal dan murah harganya. Tidak heran kalau bentuk SMG ini simpel dan kasar. Perbandingan harganya adalah 15 sten gun sama dengan 1 Lee Enfield. Pejuang kita merampasnya dari tentara Inggris. Rate of fire: 500 peluru/menit.
Jarak efektif: 60 m.


[2]LE (Lee Enfield)


SMLE (Short Magazine Lee Enfield), merupakan bolt action rifle yang awal-awal mengadopsi sistem magasin. Pertama diproduksi oleh Inggris taun 1895 dan digunakan di dua perang dunia bahkan pada konflik afganisthan. Sesuai namanya, senapan ini didesain oleh James Paris Lee, RSAF Enfield. Pejuang kita merampasnya dari Inggris dan Belanda. Jarak efektif: 503 m.


[3]Owen


Owen merupakan SMG buatan Australia. Pertama diproduksi tahun 1938. Didesain oleh Evelyn Owen, veteran tentara Australia. DIbuat berdasarkan SMG Sten Gun Inggris dan Thompson amerika. Dirampas dari Inggris. Rate of Fire: 700 peluru/menit.


[4]M1 Garand


Mungkin inilah bolt action rifle sekutu paling terkenal di muka bumi semasa perang dunia 2. Senjata ini pasti jadi senjata wajib kalo agan main game fps WWII kayak Call of Duty. Senjata bolt action terlaris dalam sejarah. Buatan Amerika Serikat, pertama diproduksi tahun 1936. Didesain oleh John C. Garand. Dirampas dari Inggris dan Belanda. Jarak efektif 402 m.


[5]Bren


Siapa tak kenal Bren? Light machine gun dari Inggris ini merupakan andalan sekutu untuk menyaingi light machine gun Jerman yang terkenal, MG42. Sangat terkenal dan digunakan secara luas di hampir seluruh permukaan bumi. Sebenarnya Bren merupakan modifikasi dari light machine gun Cekoslovakia, ZB vz. 26. Pertama diproduksi 1935. Dirampas dari Inggris dan Belanda. Rate of Fire: 500–520 peluru/menit. Jarak efektif: 550 m.


[6]Arisaka


(有 坂銃 Arisaka-jū) merupakan bolt action rifle buatan Jepang. Terdiri dari 5 varian, type 30, 38, 44, 97, 99. Pejuang Indonesia paling banyak menggunakan yang 44. Diproduksi pertama kali 1898. Dirampas dari Jepang. Jarak efektif: 400 m.


[7]Nambu type 97


Light machine gun buatan Jepang ini selain digunakan oleh infantry, tapi dipasang juga di tank dan pesawat. Diproduksi dari tahun 1937. Rate of Fire: 500 peluru/menit. Jarak efektif 540 m.


[8]Lewis


Light machine gun ini merupakan hasil kerja sama Amerika Serikat dan Inggris. Diproduksi di kedua negara dan didesain oleh Colonel Isaac Newton Lewis, seorang tentara Amerika. Mulai diproduksi 1913. Digunakan sangat luas oleh angkatan bersenjata Inggris pada masanya. Senapan ini pernah menorehkan sejarah di Indonesia, gembong PKI Muso, tewas di tangan senapan ini. Rate of Fire: 500–600 peluru per menit.
Jarak efektif 800 m.


[8]Thompson


Buat agan yang main game call of duty pasti udah ga asing sama yang satu ini. SMG andalan sekutu pas PD2 dan senjata standar pasukan sekutu ini dibikin oleh Amerika Serikat dari tahun 1921. Didesain oleh John T. Thompson. Dalam sejarahnya banyak dipakai oleh mafia-mafia seperti al capone, dan pada zaman mafia itu, senapan ini terhitung SMG mewah, terutama karena harganya. Dikenal mahal, sulit diproduksi, dan ribet, tapi sangat luas penggunaannya. Meski begitu, cuma sedikit yang masuk ke Indonesia. Dirampas dari Belanda. Rate of Fire: 600-1200 peluru/menit. Jarak efektif: 50 m.


MADE IN INDONESIA !!!!!
[9]Bambu Runcing


Bambu runcing adalah sebuah senjata yang terbuat dari bahan baku bambu yang diruncingkan. Senjata ini dahulu konon digunakan oleh bangsa Indonesia sebagai alat perlawanan melawan penjajahan kolonialis Belanda.
Pada saat ini lambang bambu runcing banyak digunakan oleh berbagai daerah di Indonesia untuk melambangkan keberanian dan pengorbanan





Reade more >>

7 Senapan Terbaik di Perang Dunia 2

Senjata laras panjang atau yang sering disebut dengan senapan ialah senjata yang banyak digunakan pada fase-fase awal Perang Dunia 2 karena senjata otomatis pada waktu itu masih sangat jarang dipakai oleh pasukan infanteri. Ada kurang dan ada lebih, Senjata laras panjang (Senapan) sangat efektif digunakan dalam jarak jauh dan senjata otomatis efektif digunakan dalam jarak dekat, tapi dari analisa itu semua, senapan sangat memegang peranan penting dalam Perang Dunia 2.




7. Springfield M1903


Springfield M1903, secara resmi bernama United States Rifle, Caliber .30, Model 1903, adalah senapan Amerika Serikat yang dipakai pada awal abad ke-20. Senapan ini secara resmi diadopsi sebagai senapan standar Amerika Serikat pada 19 Juni 1903, dan digantikan oleh M1 Garand pada tahun 1936. M1903 banyak dipakai pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II, dan secara terbatas pada Perang Vietnam. Senapan ini juga diapakai sebagai senapan runduk pada Perang Dunia II, Perang Korea, dan Perang Vietnam.


6. Arisaka


Arisaka dalah senapan bolt-action yang digunakan oleh militer Kekaisaran Jepang pada Perang Dunia 2. Senapan ini diproduksi tahun 1898 untuk mengantikan senapan Murata dan senapan ini bertugas hingga akhir perang dunia 2 sekitar tahun 1945. Sekitar ribuan senapan Arisaka diboyong ke Amerika oleh tentara Sekutu setelah perang berakhir.


5. M1 Garand


M1 Garand adalah senapan semi-otomatis pertama yang dijadikan senapan standar untuk infanteri. Senapan ini menggunakan peluru kaliber .30-06 Springfield. Senapan M1 Garand menggantikan senapan Springfield M1903 sebagai senapan standar militer Amerika Serikat pada tahun 1936. Kemudian senapan ini digantikan oleh senapan jenis M14 pada tahun 1957.


4. Karabin M1


Karabin M1, atau M1 Carbine, adalah karabin semi-otomatis ringan yang menjadi senapan standar Amerika Serikat pada Perang Dunia II dan Perang Korea. Senapan ini banyak dipakai oleh satuan militer Amerika dan negara-negara lainnya, dan juga adalah senapan sipil yang cukup populer.


3. Karabiner 98k


Karabiner 98k (biasa disingkat menjadi Kar98k atau K98k) adalah senapan bolt-action yang digunakan sebagai senapan standar infanteri oleh Wehrmacht Jerman mulai tahun 1935. Senapan ini merupakan hasil pengembangan dari serangkaian senapan yang dibuat oleh Mauser. Pada Perang Dunia II, senapan Kar98k dipakai oleh seluruh bagian angkatan bersenjata Jerman. Senapan ini dipakai pada seluruh front di Eropa, Afrika Utara, Uni Soviet, Finlandia dan Norwegia. Kar98k hasil rampasan juga dipakai oleh pemberontak di negara-negara yang diduduki Jerman. Uni Soviet juga sempat memakai Kar98k pada dua tahun pertama invasi Jerman ke Uni Soviet, karena mereka kekurangan senjata infanteri.


2. Lee-Enfield SMLE


Senapan standar infantri Inggris dari Perang Dunia I hingga krisis Suez, Lee-Enfield SMLE (baca: “smelly”) membangun reputasinya dari akurasi, kehandalan, serta jumlah tembakan per menit yang fenomenal. Magasinnya membawa 10 peluru, jumlah terbanyak dari senapan apapun di 50 tahun awal abad 20. Bolt actionnya terkokang saat menutup, dan kepala larasnya mencegah debu dan lumpur masuk ke dalam senapan. Di tangan tentara yang terlatih dengan baik, Lee-Enfield bisa melakukan apa yang disebut “mad minute,” yaitu, 30 peluru menembak target pada jarak 200 meter dalam satu menit. Jumlah tembakan yang menandingi senapan semi otomatis modern. Tapi itu semua hanya menjadikannya dalam posisi runner-up.


1. Mosin-Nagant


Mosin-Nagant adalah senapan bolt-action yang digunakan angkatan bersenjata Kekaisaran Rusia dan kemudian Uni Soviet, dan negara-negara Blok Timur lainnya. Senapan ini adalah senapan pertama yang menggunakan peluru kaliber 7.62 x 54 mm R. Senapan ini dipakai dari tahun 1891 sampai tahun 1960-an, dan akhirnya perannya sebagai senapan runduk digantikan oleh Dragunov SVD. Senapan Mosin-Nagant dijadikan senapan runduk tahun 1932 dan dioperasikan penembak runduk Soviet selama Perang Dunia II. Senapan runduk M1891/30 versi awal menggunakan teleskop 4x PE atau PEM, teleskop buatan Soviet meniru desain Zeiss. Teleskop-teleskop ini digantikan teleskop 3,5 PU yang lebih kecil, simpel, dan mudah diproduksi. Saat Pertempuran Stalingrad, teleskop ini dipakai Vasily Grigoryevich Zaitsev. Senapan Mosin-Nagant juga digunakan Lyudmila Pavlychenko, penembak jitu terkenal dari Uni Soviet pada Perang Dunia II. Senapan runduk tersebut sangat dihargai dulu dan kini karena kuat, dapat diandalkan, akurat, dan mudah dirawat. Model yang dimodifikasi untuk penembak runduk sangat dicari dan dinilai tinggi oleh kolektor, terutama di Barat.

Dan dari keterangan diatas maka pantaslah apabila saya memberikan peringkat tertinggi kepada senapan ini.
Reade more >>

7 Konflik Politik Dalam Lembaran Hitam Sejarah Indonesia

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.


7 : Peristiwa Madiun


Peristiwa Madiun adalah sebuah konflik kekerasan yang terjadi di Jawa Timur bulan September sampai Desember 1948 antara pemberontak komunis PKI dan TNI. Peristiwa ini diawali dengan diproklamasikannya Negara Republik Soviet Indonesia pada tanggal 18 September 1948 di Madiun oleh Muso, seorang tokoh Partai Komunis Indonesia dengan didukung pula oleh Menteri Pertahanan saat itu, Amir Sjarifoeddin.

Pada saat itu hingga era Orde Lama berakhir, peristiwa ini dinamakan Peristiwa Madiun, dan tidak pernah disebut sebagai pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Baru di era Orde Baru peristiwa ini mulai dinamakan Pemberontakan PKI Madiun. Bersamaan dengan itu terjadi penculikan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Madiun, baik itu tokoh sipil maupun militer di pemerintahan ataupun tokoh-tokoh masyarakat dan agama.

Masih ada kontroversi mengenai peristiwa ini. Sejumlah pihak merasa bahwa tuduhan PKI yang mendalangi peristiwa ini sebetulnya adalah rekayasa pemerintah Orde Baru dan sebagian pelakunya berasal dari Orde Lama.


6 : Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil


Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil atau Kudeta 23 Januari adalah peristiwa yang terjadi pada 23 Januari 1950 dimana kelompok milisi Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang ada di bawah pimpinan mantan Kapten KNIL Raymond Westerling yang juga mantan komandan Depot Speciale Troepen (Pasukan Khusus) KNIL, masuk ke kota Bandung dan membunuh semua orang berseragam TNI yang mereka temui. Aksi gerombolan ini telah direncanakan beberapa bulan sebelumnya oleh Westerling dan bahkan telah diketahui oleh pimpinan tertinggi militer Belanda.


5 : Pemberontakan DI/TII


Negara Islam Indonesia (disingkat NII; juga dikenal dengan nama Darul Islam atau DI) yang artinya adalah "Rumah Islam" adalah gerakan politik yang diproklamasikan pada 7 Agustus 1949 (ditulis sebagai 12 Syawal 1368 dalam kalender Hijriyah) oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Gerakan ini bertujuan menjadikan Republik Indonesia yang saat itu baru saja diproklamasikan kemerdekaannya dan ada dimasa perang dengan tentara Kerajaan Belanda sebagai negara teokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya bahwa "Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam", lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa "Negara berdasarkan Islam" dan "Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Hadits". Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syari'at Islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur'an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan "hukum kafir", sesuai dalam Qur'aan Surah 5. Al-Maidah, ayat 50.

Dalam perkembangannya, DI menyebar hingga di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat (berikut dengan daerah yang berbatasan di Jawa Tengah), Sulawesi Selatan dan Aceh. Setelah Kartosoewirjo ditangkap TNI dan dieksekusi pada 1962, gerakan ini menjadi terpecah, namun tetap eksis secara diam-diam meskipun dianggap sebagai organisasi ilegal oleh pemerintah Indonesia.


4 : Peristiwa Andi Azis


Peristiwa Andi Azis Adalah upaya pemberontakan yang dilakukan oleh Andi Azis, seorang bekas perwira KNIL untuk mempertahankan keberdaan Negara Indonesia Timur, dan enggan Kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Andi Azis adalah seorang bekas Perwira KNIL yang bergabung Ke APRIS. Ia diterima masuk APRIS. Pada hari pelantikanya disaksikan oleh Letkol Mokoginta, Panglima Tentara dan Teritorium Indonesia Timur. Setelah itu ia menggerakan pasukannya menyerang markas TNI dan menawan sejumlah perwira TNI termasuk Mokoginta. Setelah menguasai Makassar, ia menyatakan bahwa Negara Indonesia Timur harus dipertahankan. Ia menuntut agar anggota APRIS bekas KNIL bertanggung jawab atas keamanan di wilayah Indonesia Timur. Pada 8 April 1950 pemerintah mengultimatum yang isinya bahwa Andi Azis untuk datang ke Jakarta dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan Waktu 4 x 24 jam namun tidak diindahkan. Setelah batas waktu terlewati, pemerintah mengirimkan pasukan dibawah Kolonel Alex Kawilarang dan hasilnya Pada Tanggal 15 April 1950 ia datang ke Jakarta untuk Menyerahkan diri.


3 : Konflik Papua


Konflik Papua adalah konflik di Papua dan Papua Barat di Indonesia. Karena daerah ini menjadi bagian dari Indonesia pada tahun 1963, akibatnya Papua Merdeka (Organisasi Papua Merdeka / OPM) telah melancarkan pemberontakan berskala kecil untuk meminta Papua menjadi negara sendiri. Pengibaran bendera Bintang Kejora dan protes damai adalah hal yang ilegal untuk dilakukan dan sangat dilarang. Wilayah ini kaya akan sumber daya alam, sehingga semakin memanaskan konflik.


2 : Pemberontakan di Aceh


Pemberontakan di Aceh dikobarkan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk memperoleh kemerdekaan dari Indonesia antara tahun 1976 hingga tahun 2005. Operasi militer yang dilakukan TNI dan Polri (2003-2004) untuk menyerang GAM tidak berhasil karena gempa bumi beserta Tsunami yang terjadi di Samudra Hindia pada tahun 2004 keburu menerjang Aceh sehingga mengakibatkan kehancuran bagi seluruh pihak yang ada di Aceh, baik itu TNI, POLRI, GAM, maupun masyarakat Aceh sendiri. Akibat bencana alam tersebut, sehingga menyebabkan diadakannya persetujuan perdamaian dan berakhirnya pemberontakan.

1 : Gerakan 30 September


Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 dimana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan Kudeta yang dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.
Reade more >>